Home > My Favorite Stories, My Notes > Bagaimana Seharusnya Berharap…

Bagaimana Seharusnya Berharap…

Setiap tahun Hasan bin Ali r.a mendapatkan uang pesangon dari Khalifah. Tetapi suatu saat Mu’awiyah menahannya, sehingga Hasan merasakan kehidupan yang sulit.

Hasan melanjutkan ceritanya :

Maka aku menulis surat yang menjelaskan tentang kesulitan ekonomi yang aku hadapi kepada Mu’awiyah. Kemudian surat itu aku pegang. Ketika tidur, aku bermimpi bertemu Nabi Saw. Beliau bertanya, “Bagaimana kabarmu, wahai Hasan ?”

Aku menjawab, “Baik ya Rasululloh”.

Beliau bertanya lagi, “Apakah kamu akan menuliskan surat yang kamu tujukan kepada makhluk seperti kamu untuk menyampaikan sesuatu yang menimpamu?”

Aku berkata, “Benar ya Rasululloh, lantas apa yang harus aku lakukan?”

Beliau bersabda, “katakanlah :

Ya Allah,
masukkan ke dalam hatiku perasaan harap kepada-Mu,
putuskanlah harapanku kepada selain-Mu,
sehingga aku tidak melihat selain-Mu.

Ya Allah, apa yang kekuatanku lemah untuk mencapainya,
amalku kurang untuk meraihnya,
keinginanku belum pernah pudar untuk meraihnya,
permohonanku belum mencapainya,
yang belum terucap bibirku,…
persisnya apa yang Engkau anugerahkan kepada seseorang yang yakin,
dari orang-orang dulu sampai orang-orang kemudian,
khususkanlah aku untuk mendapatkannya,

duhai Tuhan semesta alam.”

Hasan r.a, berkata, “Demi Allah, setelah aku meminta dengan doa ini, Mu’awiyah mengirimkan kepadaku sebanyak 1.500.000 dirham. Aku segera mengucapkan segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya dan tidak menghinakan orang yang berdoa kepada-Nya.

Setelah itu, aku bermimpi lagi bertemu dengan Nabi Saw. Beliau bersabda, “Bagaimana kabarmu wahai Hasan?”

Aku menjawab, “Baik ya Rasululloh”. Kemudian aku menceritakan peristiwa yang aku alami.

Beliau bersabda, “Wahai anakku, Beginilah orang yang berharap kepada khaliq (Sang Pencipta) dan tidak berharap kepada makhluk”.

Sumber : Buku “agar mimpi indah berjumpa Nabi” – Abu Anas Abdul Aziz.

Catatan :

Jika kita berharap kepada seseorang, kita akan mudah mengalami kekecewaan. Seseorang, yang bahkan kita cintai sepenuh hati, belum tentu dapat memenuhi harapan kita dan membahagiakan kita. Karena mereka juga manusia yang lemah seperti kita.

Jika ingin berharap, maka berharaplah kepada Beliau yang tidak pernah mengecewakan siapapun yang yakin sepenuh hati pada-Nya. Bahkan Beliau yang selalu memberi kepada kita, sebelum kita meminta-Nya.

Semoga catatan ini mengingatkan kita kembali, bagaimana seharusnya kita berharap…

Sumber : Arif Rahman Hakim’s Notes

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: