Home > My Favorite Stories > Mimpi Buruk

Mimpi Buruk

Ini adalah catatan saya, yang ingin membatalkan keyakinan banyak orang yang merasa dan pernah mengalami Mimpi buruk.

Perhatikan ini,

Mimpi itu tidak ada yang buruk…

Pemahamanku ini adalah hikmah yang aku ambil dari sebuah kisah berikut ini :

Kisah ini terjadi pada zaman Syekh Abdul Qodir Jaelani ketika beliau masih belia.

Al-Kisah, ada seorang saudagar (pedagang) yang ingin melakukan perjalanan dagang ke suatu negeri, sebelum berangkat dia meminta pertimbangan ke seorang Ulama senior di desanya.

Saat mengungkapkan niatnya, Sang Ulama menjawab, “Jika kamu pergi besok, kamu akan mengalami nasib yang kurang baik, harta hasil perdaganganmu akan dirampok dan kamu akan dibunuh.”

Saudagar itu bimbang. Ulama senior yang didatanginya mempunyai kelebihan dapat “melihat” gambaran masa depan. Baginya, lembaran suratan manusia telah tertulis semua di Lauh Mahfudz, bahkan yang belum dijalani. Dengan ijin-Nya, beliau dapat “melihat” gambarannya..

Namun, saudagar itu tetap ingin pergi, karena sudah ada janji bisnis dengan saudagar lain di negeri yang hendak dituju. Akhirnya, saudagar tersebut mendatangi Syekh Abdul Qodir Jaelani yang waktu itu masih muda dan mengutarakan maksud hatinya.

Syekh Abdul Qodir Jaelani menjawab, “Pergilah ! Perjalananmu akan aman, berkah dan kamu akan selamat”.

Saudagar itu agak bingung dengan jawaban yang seharusnya menggembirakan hatinya itu. Ia bingung karena jawaban Syekh sangat bertolak belakang dengan Ulama Senior yang dikunjungi sebelumnya. Meski begitu, ia percaya pada kata-kata Syekh dan besoknya berangkat berdagang.

Di negeri yang dia tuju, perdagangannya sukes. Ia meraih untung besar. Pada zaman itu, orang menyimpan uang di dalam kantong kaen, belum era dompet. Nah, waktu dalam perjalanan pulang, ia menginap di suatu rumah lalu tiba-tiba… ujug-ujug…

Suddenly, ia merasa sakit perut, lalu buru2 mencari kamar kecil. Di kamar kecil, dia menaruh kantong uangnya di sebuah tempat di atas pintu.. setelah itu, ia kembali ke kamar dan tidur. Tiba-tiba… ujug-ujug..

Datang serombongan orang membawa pedang dan tanpa basa-basi merampas semua hartanya dan menusukkan pedang tepat di dadanya.. saudagar itu merasakan sakit sekali dan… ia terbangun!

Setelah terjaga, dia merasakan dadanya benar-benar sakit.. seolah seperti baru saja ditusuk pedang. Lalu dia teringat kantong uangnya, dicarinya uang hasil keuntungannya berdagang. Tidak ada!

Dia kemudian ingat telah meninggalkan kantong uang itu di atas pintu kamar kecil, dia segera mencarinya dan ketemu!

Setelah itu dia pulang. Dalam perjalanan dia berpikir, siapa orang yang akan pertama kali dikunjunginya setelah sampai di desanya?

Saudagar itu ingin silaturahmi ke tempat Syekh Abdl Qodir Jaelani yang telah merestui perjalanannya, tapi dia merasa tidak sopan karena ada Ulama yang lebih tua, lebih senior, sehingga seharusnya dia silaturahmi ke rumah beliau dulu.

Ketika sudah sampai di desanya, saat melewati pasar, dia berpapasan dengan Ulama Senior yang mampu “melihat” masa depan itu. Sang Ulama berkata, seolah tahu isi hati saudagar tersebut, “Datangilah Syekh Abdul Qodir, karena dia telah membacakan sekian istighfar untukmu..”

Saudagar itupun menghadap Syekh Abdul Qodir. Beliau berkata,

“Apa yang dilihat Ulama tentang gambaran perjalananmu itu juga aku melihatnya demikian, bahwa kalau kamu melakukan perjalanan hari itu, kamu akan dirampok dan dibunuh. Itulah yang telah tertulis dalam Lauh Mahfudz”

“Namun aku merestui perjalananmu dan setiap hari aku membacakan istighfar sekian banyak untukmu dan memohonkan doa pada-Nya sehingga akhirnya Allah berkenan mengalihkan takdirmu…

kejadian kamu lupa meninggalkan kantong uangmu.. itu menggantikan perampokan.. krna kamu telah sama2 kehilangan uang, meski sesaat.. dan kejadian pembunuhan itu Allah tetap menjadikannya tapi dalam mimpimu..” Demikian penjelasan Syekh Abdul Qodir Jaelani.

Hikmah yang saya pahami :

1. Takdir kehidupan manusia sudah ditetapkan sejak zaman azaly. Tak seorang pun dapat merubahnya, kecuali dengan doa (sebagaimana disampaikan Nabi SAW).

2. Jika ingin melakukan perjalanan, atau kegiatan tertentu, dianjurkan meminta doa untuk keselamatan dan keberkahan usaha kita kepada orang-orang yang sholeh, tetangga, sahabat atau saudara kita. Karena mungkin doa mereka itulah yang akan menyelamatkan kita.

3. Perbanyaklah istighfar, karena memperbanyak akan memperluas rizki, Allah akan mengganti kesulitan dengan kemudahan dan akan memberikan solusi pada setiap masalah yang ada, seperti yang Nabi SAW sampaikan.

4. Bahwa Mimpi tidak ada yang buruk. Bahkan ketika seseorang mimpi buruk, mungkin justru itu adalah pertolongan dan kasih sayang-Nya, yang menjadikan kejadian itu hanya di alam mimpi dan tidak diwujudkan di alam nyata.

Maka, seburuk apapun yang kita alami dalam mimpi, khayalan atau ketakutan kita, jangan berikan dia kekuatan untuk melemahkan kita dan menghentikan kita memuji syukur dan berdoa serta berprasangka baik pada-Nya.

Sumber : Arif Rahman Hakim’s Notes

  1. poe3
    February 24, 2010 at 7:50 am

    mimpi adalah anugerah dari NYA
    setiap mimpi pasti ada hikmahnya
    kenapa harus selalu ada kata-kata “tiba-tiba ujug-ujug” sih mas?
    xixixi……….
    ^_^

    • February 25, 2010 at 11:16 pm

      Poe3, thx buat komennya..

      Aku adalah sang pemimpi… ^_^
      jadi sering juga belajar dari mimpi-mimpi..
      satu keyakinanku, bhwa tidak ada yang sia-sia
      apa yang diciptakan-Nya, dan mimpi adalah satu satu kreasi-Nya.

      “tiba-tiba ujug-ujung”, itu untuk mengenalkan bahasa khas “Pekalongan”,
      xixixi….. Piss…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: